Jumat, 12 September 2014

Siang Itu di Traffic Light




Traffic Light alias lampu lalu lintas bukanlah hal yang asing bagi pengguna jalan raya. Di setiap sudut lampu warna warni ini akan menghias tepi jalur. Tentu saja fungsinya bukan sebagai penghias jalan raya atau untuk menambah kecantikan malam, tapi lebih dari itu traffic light dipasang untuk keselamatan dan kenyamanan para pemakai jalan. Mereka akan tahu kapan harus berhenti, jalan pelan, dan mulai jalan. Pemakai jalan yang baik pasti mau mematuhi peraturan lalu lintas ini tanpa harus diawasi oleh polisi.

 
Dari lampu lalu lintas yang nampaknya sederhana ini kita belajar tentang sabar dan menghormati hak orang lain. Di perempatan misalnya, traffic light ini akan dipasang di setiap jalur. Biasanya jika satu atau jalur (bersamaan) lampu hijau menyala, maka tiga atau dua jalur lainnya muncul lampu merah. Dengan bergiliran seperti ini maka diharapkan keteraturan berlalu lintas akan tercapai sehingga kecelakaan bisa dihindari. Akibatnya lumayan fatal, bukan hanya diomeli oleh pengguna jalan lain, bisa-bisa nyawapun melayang.
Seperti siang tadi, saat saya baru pulang kerja. Saya berhenti di salah satu jalur perempatan karena lampunya berwarna merah. Begitu juga dengan dua jalur lainnya. Hanya ada satu jalur yang boleh jalan. Ketika sedang asyik menunggu giliran, tiba-tiba dari arah belakang ada pengemudi motor (sepertinya anak muda) dengan pedenya menerobos lampu merah, sudah begitu ngebut pula, padahal dari arah depan kendaraan sedang melaju ramai. Yah, klakson kendaraan lain mulai menggema protes bersahut-sahutan. Dan ….. kecelakaan pun terjadi. Motor lawan motor. Untunglah para korban masih bisa berdiri tegak meskipun motor hancur. Sliweran terdengar omelan sana sini. Pak polisi yang kebetulan melintas akhirnya menengahi.
Begitulah, ketika ada satu hak orang lain yang kita abaikan maka akan ada banyak orang yang dirugikan. Dalam kasus di atas bukan hanya kendaraan yang menjadi korban, pengguna jalan lain pun ikut kena imbasnya. Kemacetan panjang dan lama yang terjadi pasti sangat mengganggu.
Sahabat, kejadian ini merupakan pelajaran yang berharga untuk saya. Jangan sampai kita mengorbankan orang lain atas kelalaian dan keegoisan kita.
Ohya, berkhayal aja nih, kalau traffic light-nya berbentuk hati
 seperti gambar di atas, mungkin tidak ya pengendara akan patuh? Kan dikasih peringatan berupa tanda cinta. Cinta nyawa terutama. Hehe.

1 komentar :

Nunu el Fasa mengatakan...

Semuanya mengandung pelajaran ya mbak termasuk traffic light ini