Sabtu, 11 Oktober 2014

Berjalan Bersama, Memandirikan Anak Yatim




Siapa orangnya di dunia ini yang ingin menjadi yatim atau piatu bahkan yatim piatu? Tak ada. Tapi ketika Allah SWT berkehendak, itu pasti akan terjadi. Ajaibnya, selalu ada hikmah yang tersembunyi. Ada rencana Allah SWT yang lebih indah. Ada keutamaan yang Allah selipkan pada mereka. Ada pahala yang terus mengalir untuk kita yangmau berbagi dengan mereka. Mereka juga bisa menjadi jembatan syukur kita, temali yang akan mendekatkan kita pada Al Jannah, sebaik-baik tempat peristirahatan. 



Rasulullah SAW merupakan suri tauladan yang baik. Sudah sepantasnya kita mengikuti jejak beliau. Termasuk di dalamnya menyayangi anak yatim. Semua orang tahu beliau begitu perhatian dan besar cinta kasihnya pada anak-anak yatim. Jangan sampai kita termasuk orang yang mendustakan agama, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Ma'un ayat 1-3, "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin."

Adalah suatu kebahagiaan sendiri ketika kita mampu memberikan sesuatu yang bermakna bagi anak-anak yatim. Sedikit saja bantuan dari kita merupakan bahagia tak terukur bagi mereka. Ada harapan di sana, agar kelak bisa melanjutkan hidup yang penuh misteri dan tantangan. 

Orang bijak mengatakan, jika ingin menolong seseorang, berilah ia pancingnya dan bukan ikannya. Maksudnya, baik jika ingin memberikan sejumlah uang pada anak-anak yatim itu namun akan lebih bermanfaat jika kita memberikan sesuatu yang bisa menjadi bekal hidupnya. 



Berita baiknya kini ada sebuah lembaga non profit yang bersedia menyalurkan bantuan kita dalam bentuk yang lain. Bantuan yang tak hanya memuliakan mereka tapi juga membuat mereka lebih mandiri, lebih bersemangat menjalani hari-hari berat, lebih mengukuhkan iman untuk selalu berbagi. Yayasan Yatim Madiri  hadir untuk menjawab semua tantangan tentang zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf yang peruntukkannya bagi anak-anak yatim. Dengan semangat memandirikan anak-anak yatim, lembaga ini begitu konsen membina anak-anak yatim. 

Berbagai pengembangan terus dilakukan lembaga ini. Di antaranya adalah dengan mendirikan MEC (Mandiri Enterpreneur Center), merupakan pusat pendidikan dan latihan untuk anak-anak yatim yang telah lulus SMA. Ada pula program Super Gizi Qurban (SGQ) yang memnafaatkan daging qurban dalam bentuk olahan sosis. Program ini mendapat sambutan hangat di masyarakat. Bukan saja karena pengolahannya yang tahan lama tanpa pengawet, tapi juga karena pendistribusiannya yang lebih merata dan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tak ketinggalan penyaluran alat tulis kepada anak-anak yatim, bantuan dana pendidikan, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang merupakan upaya bersama mewujudkan anak-anak yatim yang mandiri, terarah, dan berdaya saing tinggi.




Melalui Yayasan Yatim Mandiri, insyaa Allah pemanfaatan zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf akan lebih efektif, terencana, dan tepat sasaran. Harapan kita ke depan, dengan adanya lembaga yang mewadahi anak-anak yatim berikut kegiatan-kegiatan kemandiriannya, kita mampu mewujudkan cita-cita mereka. Mereka mampu memperbaiki ekonomi mereka dan ringan tangan membantu sesama. 

Tidak ada komentar :