Selasa, 15 September 2015

Istirahat Ala Aisha


Alhamdulillah, blog saya ini sudah diperpanjang kontrak domainnya, hehehe. Setelah nulis rada serius tentang kanker serviks, pengenlah rehat dengan bikin tulisan ringan. Ceritanya, hari Sabtu kemarin, anak saya, Aisha, mengalami cedera kepala ringan (mudah-mudahan). Kepala bagian belakangnya terbentur lantai 2x akibat bermain gendong-gendongan sama teman-teman di kelasnya. Katanya sih lagi jadi ibu-ibuan. Ada-ada aja emang. 

Pas pulang sekolah dia sih bilang nggak ada keluhan apa-apa. Begitu juga waktu berangkat eskul bulutangkis sore harinya. Nah, pas sesi latihan tiba-tiba dia mendadak jadi nggak semangat, pelatihnya saja sampai komentar gitu, katanya sih kepalanya pusing. Berhubung saya nggak tahu penyebabnya, jadilah saya berpikir mungkin kecapean. Iyalah, mana saya tahu, Mbah Utinya yang jemput belum cerita soal insiden itu. Saya kan lagi ikut seminar pas dia pulang.

Mungkin, Aisha bilang ke Mbah Utinya kalau dia pusing dan mual. Barulah Mama saya cerita tentang insiden itu. Shock, itu reaksi saya. Wah, air mata udah mau rembes aja. Tapi, saya tahan-tahan. Gimana pun juga saya kan juga perlu bersikap tenang. 

Senin, 14 September 2015

Yuk, Proteksi Diri Kita Dari Kanker Cerviks




seminar nasional kanker serviks hari Sabtu, 12 September 2015

 
Apa kabar temans? Sebenarnya saya mau posting tulisan ini sejak hari Sabtu yang lalu, setelah saya mengikuti seminar nasional kanker cerviks (kanker mulut rahim) bersama dr. Boyke, tapi oh tapi, anak saya demam dan mengharuskan saya untuk fokus mengurusnya. Bukan itu saja ternyata paket internet saya juga habis, akhirnya tertundalah postingan ini.
Nah, langsung saja, yah, saya paparkan oleh-oleh seminar bersama dr. Boyke hari  Sabtu kemarin di Gedung Patra Graha Cilacap. 

 
dr. Boyke Dian Nugraha, Sp. OG. MARS siap memberi ulasan lengkap tentang kanker serviks


Jadi begini, temans, kanker cerviks sudah menjadi pembunuh nomor 2 bagi wanita setelah kanker payudara. Malahan kadang-kadang dia juga jadi pembunuh nomor wahid. Istilah jawanya, unda undi urutannya. Ngeri, kan? Asal tahu saja, pada stadium awal, kanker cerviks tidak menimbulkan gejala apapun.  

Selasa, 18 Agustus 2015

Makanya, Jangan Sombong!

Review buku baru, ah.

Kali ini saya akan mereview novel baru yang masih anget-anget kuku. Istilah cakepnya, baru keluar dari oven penerbit. Yuk, cus... 

Sebentar, kayaknya saya perlu menampilkan penampakan covernya dulu, deh, biar afdhol reviewnya. 


Eng... ing... eng... Tarararaaaaaa..........



Ehm, sengaja ni novel nampangnya bareng sama kakak-kakaknya. Biar kelihatan akur. Hehehe....


Sabtu, 09 Mei 2015

Bagian dari Rencana Allah SWT



http://id.wikipedia.org/wiki/Histerektomi


Sore ini gerimis kembali menerpa lubuk hatiku. Ada seorang pasienku yang divonis harus menjalani operasi histerektomi, yaitu pengangkatan rahim. Hal itu karena ada mioma yang bersarang dalam dinding rahim (uterus) sebesar 10,5 cm. Setelah dijelaskan awalnya sang suami setuju karena mengira itu hanya pengangkatan mioma, namun ketika kembali aku tegaskan bahwa yang akan dilakukan bukan sekedar mengangkat miomanya saja tapi mengangkat peranakannya (kupikir sang suami dan istrinya tak paham artinya rahim) dan itu menyebabkan mereka tak bisa memiliki anak lagi, barulah sang suami nampak pias. Berkali-kali dia menanyakan, "Nggak bisa punya anak lagi?" berkali-kali pula aku menjelaskan itu akan terjadi karena sudah tak ada lagi tempat untuk tumbuhnya janin. Aku pun minta hal itu dipertimbangkan masak-masak mengingat usia sang istri yang masih muda dan baru memiliki satu orang putri. Namun secara medis, pengangkatan rahim itu harus segera dilakukan agar pendarahan tak terjadi terus menerus.