Sabtu, 09 Mei 2015

Bagian dari Rencana Allah SWT



http://id.wikipedia.org/wiki/Histerektomi


Sore ini gerimis kembali menerpa lubuk hatiku. Ada seorang pasienku yang divonis harus menjalani operasi histerektomi, yaitu pengangkatan rahim. Hal itu karena ada mioma yang bersarang dalam dinding rahim (uterus) sebesar 10,5 cm. Setelah dijelaskan awalnya sang suami setuju karena mengira itu hanya pengangkatan mioma, namun ketika kembali aku tegaskan bahwa yang akan dilakukan bukan sekedar mengangkat miomanya saja tapi mengangkat peranakannya (kupikir sang suami dan istrinya tak paham artinya rahim) dan itu menyebabkan mereka tak bisa memiliki anak lagi, barulah sang suami nampak pias. Berkali-kali dia menanyakan, "Nggak bisa punya anak lagi?" berkali-kali pula aku menjelaskan itu akan terjadi karena sudah tak ada lagi tempat untuk tumbuhnya janin. Aku pun minta hal itu dipertimbangkan masak-masak mengingat usia sang istri yang masih muda dan baru memiliki satu orang putri. Namun secara medis, pengangkatan rahim itu harus segera dilakukan agar pendarahan tak terjadi terus menerus.