Selasa, 17 Mei 2016

Ahad Bersama Musa dan Abinya





Assalamu'alaikum ... 
Lama banget saya nggak buka blog, sampai laba-laba bersarang di mana-mana. Hehehe. Mengawali semangat menulis yang nggak tahu kenapa jadi menggebu-gebu ini, saya ingin memberi oleh-oleh kajian hari Ahad kemarin, 15 Mei 2016, dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Agung Darussalam, Cilacap. Pembicaranya adalah La Ode Abu Hanafi, ayahanda dari Musa, yang beberapa waktu lalu berhasil meraih juara 3 Musabaqah Hifzil Quran di Mesir. Keren, ya. Eh, ada Musa juga loh.

Namanya juga anak-anak, ya nggak lepas dari ciri khasnya. Selama kajian, Musa lebih suka ngemil. Saat diminta untuk membacakan salah satu surat panjang, air mukanya sedikit cemberut, kesal karena acara ngemilnya terganggu. Namun toh, Musa tetap mau membacakan beberapa ayat dari surat panjang itu. Setelah itu, dia senyum-senyum gembira ke abinya sambil kembali ngemil. Bukan itu saja, ketika tengah membacakan satu surat sebelum kajian berakhir, Musa malah bersendawa. Kebanyakan ngemil mungkin, ya. Tentu saja semua yang ikut kajian tertawa melihat tingkah lucunya. 

Ada juga sesi tanya jawab hadist dan menyambung ayat dari beberapa penguji, baik dari seorang ustaz dan juga dari peserta kajian. Hebatnya, Musa bisa menyelesaikan semua itu dengan sempurna. Seorang penguji bahkan terharu hingga meneteskan air mata. Subhanallah.

Dalam kajian kemarin, Ust. Abu Hanafi menjelaskan, bahwa ada banyak faktor, dari luar dan dari dalam, yang mempengaruhi akhlak seorang anak. Faktor-faktor tersebut juga erat kaitannya dengan hak yang seharusnya si anak dapatkan dari orangtuanya, terutama dari ayahnya. Kalau saya simpulkan, kajian kemarin secara tidak langsung, menjelaskan trik-trik beliau mengajari Musa dan anak-anaknya yang lain dalam menghapal Al Qur'an. Ternyata umi dan abinya Musa sangat kompak dalam mendidik anak-anak mereka.