Sabtu, 26 November 2016

Remaja Keren, Remaja Beken



Hari Sabtu ini saya ingin meresensi buku-buku baru. Rasanya rugi kalau buku yang berkualitas nggak di-share. Tujuannya? Tentu saja agar pembaca bisa mendapatkan manfaat dari buku yang saya resensi. Iya, saya tahu. Selera pembaca belum tentu sama kayak saya. Saya hanya ingin berbagi info soal buku-buku yang recommended. Itu saja. 






Buat saya yang udah meninggalkan angka 30, menjadi remaja adalah kenangan paling mengesankan. Gimana nggak? Di usia remaja, saya punya teman-teman yang seru. Jalan-jalan di alun-alun pas malam minggu bareng sahabat-sahabat saya. Trus nginep di salah satu rumah sahabat saya. Paginya main ke laut. Pokoknya hari-hari ceria terus. Kayak nggak ada beban gitu. 

Masuk SMA, saya suka sama salah satu teman. Tapi saya pendam hingga sekarang, kenapa? karena saya merasa banyak hal yang lebih penting yang harus saya lakukan ketimbang memelihara rasa yang belum tentu berbalas. #curcol


Waktu itu saya sudah hobi membaca. Majalah juga novel. Sedikit banyak ya tahulah gimana rasanya orang kalau lagi galau, lagi patah hati, lagi cemburu. Apalagi banyak berita pembunuhan yang melibatkan remaja hanya karena masalah cemburu dan patah hati. Makin bikin saya ogah pacaran. 

Pinjam istilahnya Sean Covey, dalam bukunya 7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, masa remaja yang saya dan kebanyakan remaja lainnya lalui itu mirip kereta luncur. Jalan begitu aja. Sesekali ada rasa takut, senang, heboh, dan sebagainya. Beruntunglah kalau kita bisa melewatinya tanpa ada hal-hal konyol dan nggak etis yang terjadi. 

Buat kamu yang masih remaja, masih mencari jati diri, coba baca buku Aku Keren karya Mbak Nurhayati Pujiastuti ini. Di dalamnya bakal dikupas habis bagaimana sikap dan perilaku seorang remaja keren yang tetap up to date. 

Buku ini terbitan BIP Gramedia. Agak tebal sih bukunya, tapi dijamin kamu nggak akan bosan. Ada 15 bagian di dalamnya yang masing-masing bagian terdapat hal-hal yang penting kamu perhatikan. Bagaimana seharusnya kamu bersikap terhadap dirimu sendiri, terhadap orangtua juga terhadap teman sebayamu. Tak lupa juga perubahan-perubahan apa saja yang terjadi pada diri kamu dan bagaimana menyikapinya.  

Dalam buku ini kamu akan diajak berempati. Kalau selama ini kamu selalu menuntut agar ortumu yang memahami kamu, nah, kali ini giliran kamu yang kudu memahami posisi beliau berdua. Berat banget ya kesannya? Nggak juga. 

Coba buka bagian enam. Ada adab pergaulan sebagai seorang remaja. Bagaimana ketika kamu dilecehkan, dibully, apa yang harus kamu lakukan ketika kamu ternyata udah jadi korban? 

Buat kamu yang mengalami masalah cinta-cintaan, buka bagian sepuluh. Dunia remaja memang penuh bunga, mekarnya suatu perasaan yang awalnya mungkin hanya kekaguman, naik jadi tertarik, naik lagi jadi perasaan suka, tambah ke sini jadi ada rasa sayang dan akhirnya tumbuh keinginan untuk memiliki. Bagaimana jika perasaan itu tak disambut? Itulah yang akan berbuah kecewa, sakit hati, cemburu melihat orang yang kita sayang dekat dengan orang lain. Kalau kamu nggak pandai mengelola perasaan kamu yang campur aduk, kamu bakalan tertekan. Ditambah kalau kamu nggak mau terbuka sama orangtuamu plus kamu bergaul sama teman-teman gengmu yang kebanyakan juga berpikiran sama denganmu, bisa-bisa kamu akan melakukan hal yang nggak-nggak. 

Intinya usia remaja tuh usia yang rawan. Gampang terpengaruh oleh teman dan lingkungan. So, hati-hati ya, memilih teman. Ngomongin soal gimana memilih teman, udah dijelasin panjang lebar (tapi nggak menggurui loh) di bagian dua. 

Buku Aku Keren ini komplit tentang remaja. Telusuri dan pelajari, jangan lupa dipraktekkan juga tiap bagiannya.

 Buat orangtua, buku ini bisa jadi hadiah agar remaja di rumah tahu jalur yang benar. Mereka tahu kok cuma kadang nggak mau tahu. 

Bagaimanapun juga remaja adalah calon penerus bangsa, nggak mau kan bangsa ini rusak karena remajanya nggak terarah?







1 komentar :

fifadila dila mengatakan...

^_^ nyimak asyik