Kamis, 27 Juli 2017

Jadi Pengunjung Rumah Sakit yang Bijak


Lagi asyik masyuk di depan lepi. Ngetik cantik dengan konsentrasi penuh (lebay mode on), tiba-tiba ada pesan WA masuk . Dan saya pun terlibat dalam percakapan serius... (halah)

Ri, masuk apa?
.
Libur. 
.
Yaa, kirain masuk pagi..
.
Emang ada apa
.
Bokap gue dirawat di Ruang VIP, blio pengen ketemu ma anak gue. Eh... malah nggak boleh masuk ama satpamnya.
.
Bukannya anak lo baru tiga tahun?

.
Iyaa, tapi kan ini ceritanya ada kakek yang kangen ama cucunya. Gue udah jelasin ke satpamnya. Tetap nggak boleh masuk. Sebel deh gue. Siapa tahu setelah ketemu anak gue, bokap jadi tambah semangat untuk sembuh.
.
Yaelah, Sist... ya bener nggak boleh masuk. Anak lo kan belum dua belas tahun. Peraturannya emang gitu. 
.
Kirain lo bisa telpon kek ke rumah sakit lo ini, bilang ke satpamnya, supaya gue sama anak gue boleh masuk gituu...
.
(sempet bingung, emang rumah sakit ini punya saya?)
Kagak bisa. Peraturan ya peraturan. Itu juga buat ngelindungin anak lo biar nggak ketularan penyakit. Masa lo nggak tau kalau daya tahan tubuh anak kecil tuh masih rentan banget? Udah lo bilang aja sama bokap lo, kangennya ntar aja kalo udah dibolehin pulang. Lagian kasian anak lo, bisa-bisa malah jadi sakit.
(setelah di-send, baru saya sadar kalau saya ternyata lagi ceramah)
.
Ya udinlah. Gue balik. 
.
*Abis itu nomor saya diblokir* Eh ternyata nggak ding. Alhamdulillah...

Dan akhirnya saya jadi pengen nulis ini, ketimbang nglanjutin cerita yang udah setengah jadi.

T____T


Sebenarnya ini bukan kisah baru. Kalau pas saya lewat di pintu utama memasuki ruang perawatan, sering banget saya lihat orangtua yang eyel-eyelan sama Pak Satpam karena anaknya nggak dibolehin masuk.
.
Alasan klasiknya, cuma sebentar kok. -__-

Pak Satpam dengan gigih tetap tidak mengijinkan masuk. Kalau di rumah sakit tempat saya bekerja, boleh kok membawa anak kecil masuk ke bangsal perawatan asaaal alasannya logis dan urgen. Misal yang opname adalah saudara kandungnya, ibunya, saudara kembarnya, dan sebagainya. Mereka, orang dewasa yang membawa anak kecil harus menandatangani surat bermaterai dulu.
.
Kok ribet ya
Nggaklah. Peraturan kan dibuat untuk kenyamanan bersama.
.
Rumah sakit jelas tempat yang penuh dengan penyakit. Berbagai kuman yang nggak kasat mata menyebar dengan anggunnya. Makanya, di rumah sakit biasanya disediakan handrub yang udah mengandung alkohol. Setiap ada handrub pasti ditempel langkah-langkah cuci tangan sesuai WHO (kapan-kapan saya bahas, kalau ada yang request. Hehehe). Tujuannya agar pengunjung tak lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah mengunjungi orang sakit.

Bagaimana dengan anak kecil? Mungkin peraturan masing-masing rumah sakit itu berbeda. Kalau di rumah sakit tempat saya bekerja, peraturannya anak usia di bawah dua belas tahun dilarang masuk ke ruang perawatan. Tiap waktu jam besuk, pasti mbak atau mas bagian informasi nggak bosen-bosennya memberi tahu hal ini kepada pengunjung.

Kenapa ada peraturan itu?

Pertama, tentu karena daya tahan tubuh anak-anak itu masih lemah, masih rentan tertular penyakit.  Jadi betapa bijaknya jika kita nggak ngajak anak-anak berkunjung ke rumah sakit. Kecuali kondisi tertentu loh yaa...keadaan yang terpaksaaaaa banget.

Pernah denger tentang INOS? alias infeksi nosokomial (ini juga perlu penjelasan panjang kali lebar kali tinggi). Intinya inos terjadi akibat infeksi silang. Dari pasien ke pengunjung dan sebaliknya. Atau dari tenaga kesehatan ke pasien atau ke pengunjung. Nggak mau kan anak kita kena inos ini?

Kedua, udah tabiatnya anak-anak, kalau mereka itu suka bermain. Udah jadi dunianya. Dulu sebelum diberlakukan peraturan ini, anak-anak boleh masuk mbladas mbludus ke bangsal perawatan. Hasilnya, lari-larian, jejeritan, kenceng-kecengan nangis, belum lagi ada yang iseng buka-buka tempat sampah berlabel INFEKSIUS, dan ada juga yang penasaran sama yang namanya alat suntik alias spuit, dipegang-pegang pas kita mau injeksi. Pokoknya hectic banget deh...

Sebelnya, ada juga pengunjung yang berkomentar (mungkin kesal anaknya nggak boleh masuk), dulu nggak ada peraturan kayak gitu, kok. -___-

Yaelah, Bu. Kita kan pengen berubah ke arah yang lebih baik. Kenyamanan pasien itu nomor satu loh.

Bayangin kondisi seperti itu terjadi (udah pernah terjadi) padahal ada pasien yang butuh ketenangan. Yang ada kita dikomplain sana sini. Bayangin deh kalau yang sakit itu emak bapak kita, anak kita, sodara kita, belum lagi penyakitnya parah ditambah bisingnya suara anak-anak yang ngalahin ramenya pasar, gimana pasien bisa istirahat coba?

Makanya dibuatlah peraturan itu. Untuk kebaikan bersama kok.
 

So, yuk jadi pengunjung yang bijak dengan sebisa mungkin tak membawa anak kecil ke rumah sakit. Kalau anak sampai sakit, yang repot kita, para emak, juga kan?

^___^

Tidak ada komentar :