Rabu, 09 Agustus 2017

Back To Nature With Raw Honey

Dunia pengobatan herbal sedang berduka. Salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia dinyatakan pailit dan asetnya dibekukan. Padahal ribuan pegawai menggantungkan nasibnya pada perusahaan keluarga itu. Sedih, ya?

 

Menilik ke masa lalu sejarah perusahaan jamu ini, ternyata ada peran seorang ibu di dalamnya.  Ibu yang luar biasa. Beliau mewariskan ilmu pengobatan tradisional pada anak perempuannya, Lauw Ping Nio atau lebih dikenal dengan Nyonya Meneer, sehingga namanya dan fotonya terkenal seantero negeri.



Indonesia memang kaya akan rempah-rempah dan tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan atau perawatan tubuh. Ibunya Nyonya Meneer sudah membuktikan itu. Tak heran beliau benar-benar mengajarkan pada putrinya tentang betapa tinggi khasiat tanaman obat yang diolah menjadi jamu. Saat sang suami mengalami nyeri perut hebat yang belum sembuh juga padahal sudah diobati, saat itulah Nyonya Meneer bertindak. Dia mengerahkan semua ingatannya tentang apa yang diajarkan oleh ibunya. Dia meracik sendiri jamu dari tanaman herbal untuk dibuat jamu. Jamu itu lalu diberikan pada suaminya. Dan hasilnya secara berangsur, nyeri yang dialami sang suami berkurang bahkan benar-benar hilang. Tersebarlah berita itu. Mulailah Nyonya Meneer membuat berbagai jenis jamu untuk mengobati tetangga, saudara atau keluarga yang sakit.

Sebuah legenda pengobatan tradisional terbesar di Indonesia itu akhirnya harus menyerah juga. Tentu pecinta jamu akan merasa kehilangan. Semoga ada solusi atas masalah perusahaan jamu itu.

T___T

Sebagai orang Jawa, saya juga menyukai pengobatan herbal terutama untuk pertolongan pertama. Sejak saya kecil, Ibu saya selalu memberi saya perasan jeruk nipis dicampur kecap manis untuk mengobati batuk berdahak. Untuk batuk kering, ibu saya selalu memarutkan saya kencur, lalu diperas dan dicampur sedikit garam. Atau saat saya merasa mual muntah tak nafsu makan, tak menunggu lama, air parutan kunyit mentah matang harus saya minum. Kunyit mentah matang maksudnya kunyit yang dikupas lalu diparut dan kunyit yag dibakar di atas kompor lalu diparut. Keduanya dicampur lalu airnya diperas.

pedomanbengkulu.com

Saat habis melahirkan, saya diwajibkan minum jamu wejahan. Ibu saya langsung pesan dari bakul jamu yang sering lewat di depan rumah. Hampir semua tetangga menjadi pelanggannya, karena jamunya memang kental dan segar. Tak tanggung-tanggung, saya minum jamu wejahan setiap hari selama hampir sembilan bulan. Saya berhenti karena bosan, terus terang saja. Walau akhirnya diceramahi dulu, akhirnya ibu saya mengalah dengan satu syarat. Saya harus tetap minum jamu kunyit asem setiap kali habis makan seafood. Katanya supaya ASI nya nggak amis. Sebagai orang medis, saya cuma bisa garuk-garuk kepala berpikir keras di mana letak hubungannya. -____- Tapi ya sebagai anak yang berbakti, saya tak mau berdebat dengan ibu saya. Jadilah akhirnya setiap saya makan seafood selalu ada jamu kunyit asem di sampingnya. Dan itu berlangsung hingga 2 tahun saya selesai menyusui.

Dan di situ saya merasa heran kok bisa ya saya melalui ujian jamu kunyit asem itu. LOL.

Begitulah, ternyata banyak sekali manfaat dari tanaman obat. Makanya ayoo, isi kebun kita dengan tanaman apotek hidup. Hehehe...
       

Oh ya sampai lupa. Ada lagi nih resep herbal yang kata ibu saya bisa mencerdaskan otak dan menajamkan ingatan. Yaitu kuning telur ayam kampung yang dicampur dengan madu asli. Kuning telurnya masih mentah loh, jadi dipisahin dulu sama putih telurnya. Saya suka banget kuning telur plus madu itu, soalnya si kuning telurnya jadi menggumpal seperti matang begitu disiram madu asli. Rasanya juga manis dan nggak ada amis-amisnya gitu. Ibu saya malah mual sendiri lihat saya lahap banget ngemil kuning telur plus madu itu. Saya rutin minum itu 3 kali seminggu. Hasilnya? Yaa, walaupun saya nggak pinter-pinter banget, tapi alhamdulillah IPK akhir saya 3,49. Cuma gagal di semester pertama karena belum move on. Semester selanjutnya selalu di atas 3,75.

#bangga
*tepuk-tepuk dada lalu batuk-batuk*

Ngomong-ngomong soal madu nih, saya agak kesulitan nyari madu yang asli. Maklumlah, semua madu kan dilabeli tulisan 'MADU ASLI' kan ya? Pernah saya beli madu yang katanya asli eh tapi rasanya kok aneh gitu. Manisnya beda aja. Kayak dikasih campuran apa.

Waktu itu saya belum tahu gimana membedakan madu yang asli. Sampai akhirnya saya berkenalan dengan madu Zaida. Sebelum membeli kita akan diedukasi tentang berbagai manfaat madu. Bagaimana membedakan madu yang asli atau sudah diberi campuran.



Oh ya, madu Zaida ini adalah raw honey alias madu mentah. Artinya madu yang setelah dipanen, ditiriskan lalu dikemas. Madu Zaida ini berasal dari lebah liar. Beda ya jenis lebahnya dengan lebah ternak. Jenis pakannya juga berbeda.

Karena diambil dari lebah liar yang bersarang di tempat semau mereka, jadilah madu yang dihasilkan berbeda-beda rasa dan warnanya, tergantung tempat di mana mereka bersarang.

Misalnya, madu anggur, dihasilkan oleh lebah liar yang bersarang di perkebunan anggur. Madu yang dihasilkan rasanya manis semu asem, warnanya juga cenderung ungu.


Ada lagi madu stroberi, lebah liarnya emang bersarang di perkebunan stroberi. Warnanya cenderung pink dan rasanya setengah asem setengah manis.

Foto Ariany Primastutiek.


Madu nanas, juga unik. Warnanya kuning dan rasanya lebih segar. Apalagi jika dicampur air hangat, jadi kayak minum sirup rasa nanas.

Madu duren? Hmm... penggemar duren pasti penasaran kan sama rasa nektar bunga duren yang diubah oleh si lebah jadi madu duren. Yang jelas dureeen banget deh...

Foto Ariany Primastutiek.
Ada juga madu pahit. Ini asli beneran pahit, karena dihasilkan oleh lebah liar yang bersarang di perkebunan pinang dan sambiloto. Jadilah madu pinang yang awalnya terasa manis dan menjadi pahit saat ditelan. Sedangkan madu sambiloto, ini asli pahit.

Jadi, madu buah Zaida bukan karena diberi perasa buah, tapi karena emang dari sononya begitu. Allah berfirman dalam QS An Nahl ayat 69 yang artinya, "Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir."

Masih ragu dengan Zaida?

Oh ya, tentang cara membedakan madu asli atau udah dikasih campuran, bisa dengan uji kelarutan. Madu asli ketika dicampurkan ke air, dia tidak akan berdifusi atau bercampur. Justru memisahkan diri karena madu asli masih diselimuti lapisan lilin atau bee pollen (suatu zat dalam madu yang membawa banyak vitamin dan mineral madu). Jadi madu itu akan tenggelam dan rasa airnya masih seperti sebelum diberi madu. Ketika madu diaduk, baru deh muncul rasa madunya. Silakan dicoba.


Madu Zaida juga punya selai madu. Jadi istilah selai ini memang digunakan oleh Zaida untuk madu yang mengalami proses kristalisasi. Semua madu asli pasti akan mengalami proses ini karena ini juga ciri madu asli. Hanya saja waktunya berbeda-beda tergantung kadar glukosa alami dan fruktosa alaminya. Kristalisasi terjadi saat kadar glukosa alaminya lebih tinggi dari fruktosa alaminya.



Jadi kalau lihat ada madu mengkristal lalu bilang itu dicampur gula. Itu hoax banget. Dia kurang piknik berarti. Kurang bacaan juga.

Nah, udah paham kan sekarang? Jadi jangan gampang percaya deh sama mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Ayo, jadi konsumen cerdas yang mencari tahu dulu sebelum membeli.

Udah nggak ragu lagi kan sama madu Zaida, cuss kalau mau pesan bisa hubungi nomor WA 0857 2760 2923. Ke saya. Hehehehe...

Salam semanis madu. ^^



* gambar dari koleksi Madu Zaida
** gambar telur dan madu diambil dari google

Tulisan ini adalah Tugas Dari Kelas Ngeblog Seru #2 Bersama Naqiyyah Syam.

Baca juga tulisan tugas sebelumnya di sini, di sini, dan di sini.

3 komentar :

Rahma Zaini mengatakan...

Waaah terimakasih ya mbak informasinyaaa .

Naqiyyah Syam mengatakan...

Mantap Mbk, infonya keren sekali sangat bermanfaat

herva yulyanti mengatakan...

baru tahu kuning telor ayam kampung sama madu bisa mencerdaskan jadi mau coba buat anakku mba hahaha
info tentang Zaida patut dicoba ini madunya :) makasi mb