Selasa, 22 Agustus 2017

Mengintip Eksotisnya Benteng Pendem





Benteng Pendem atau dalam bahasa Blanda disebut  dengan “ KUSTBATTERIJ OP DE LANDTONG TE TJILATJAP” adalah salah satu dari sekian banyak obyek wisata di Cilacap. Bangunan bersejarah ini masih berada dalam area Pantai Teluk Penyu. Maka tak heran jika paa wisatawan yang datang ke Pantai Teluk Penyu pasti sayang banget kalau nggak masuk ke Benteng Pendem. 

Yuk, kita puter-puter Benteng Pendem dulu.


Sebelumnya saya mau cerita dulu gimana supaya sampai ke sini tanpa kesasar. Caranya, buka google maps. Ikuti jalannya. Sampai deh. Hahahaha...

Nggak ding. Jadi gini, kalau dari terminal Cilacap nggak ada angkutan kota (angkot) yang langsung berhenti di area Teluk Penyu. Paling mentok berhenti di Jl. Dr. Wahidin, masih agak jauh menuju Teluk Penyu.  Kalau datang ramai-ramai bisa nyewa satu angkot untuk diantar ke Teluk Penyu. Cuma itu satu-satunya solusi. Hehehe... 

Barangkali ini bisa jadi PR pemerintah kabupaten Cilacap supaya ada ojek online angkutan umum yang langsung menuju lokasi Teluk Penyu. 

Masuk ke area Teluk Penyu kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5000. Jumlah itu belum termasuk jika kita masuk ke lokasi Benteng Pendem loh yaa...

Kalau kita hendak masuk ke Benteng Pendem, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5000 per orang.

Lumayan murah kan... Penasaran gimana di dalam Benteng Pendem itu? Yuk, cuss...


Buat yang belum tahu, Benteng Pendem dulunya adalah markas pertahanan tentara Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Area benteng cukup luas yaitu sekitar 6,5 ha. Makanya pembangunannya pun memakan waktu cukup lama, 16 tahun. Benteng ini selesai dibangun pada tahun 1879.

Benteng ini merupakan markas untuk menahan serangan pejuang Indonesia yang datang dari arah laut. Ya kan Cilacap adalah kota yang dikelilingi laut.

Benteng ini sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tak terurus hingga akhirnya ditemukan dan digali oleh pemerintah Cilacap tahun 1986. Hingga kini Benteng Pendem telah menjadi obyek wisata terkenal.

RUANG DALAM BENTENG

Bangunan Benteng Pendem hingga kini masih kokoh berdiri. Ruangan benteng ini  terdiri dari barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira, dan ruang peluru. Ini foto sebagian ruangan-ruangan tersebut. Nggak semuanya saya bocorin yaa, biar pada penasaran trus main ke Cilacap. Hehehe

 ** RUANG BARAK **



Ruang barak berfungsi sebagai tempat istirahat bagi tentara. Deretan barak itu berjumlahnya 14 yang dulunya merupakan kamar tidur untuk regu tentara. (*)

 ** TEROWONGAN **


pintu masuk
pintu keluar
Terowongan ini terdiri dari 4 pintu masuk dan dilengkapi dengan instalasi serta dilindungi oleh 6 pucuk meriam di ruang meriam. Terowongan ini digunakan untuk ruang Perwira, ruang rapat, tempat pengatur strategi pertempuran dan untuk tempat berlindung bila keadaan darurat.(*)

FYI, kita bisa loh mencoba memasuki terowongan ini yang lumayan gelap ini. Tapi jangan kuatir, ada petugas yang menyewakan senter. Harga sewanya cukup mahal yaitu sekitar Rp 10.000-Rp 20.000. So, kalau berkunjung ke Benteng Pendem jangan lupa bawa senter yaa... Kali aja ada yang tertantang pengen nyoba masuk ke terowongan ini. Hehehe...

Kalau saya sih, nggak berani. Hehehhe

** RUANG PENJARA **


Ruang penjara ini terdiri dari 2 tempat :
–      1 tempat yang terdiri dari 3 ruangan.
–      3 tempat yang terdiri dari 9 ruangan.
Setiap ruangan dilengkapi dengan ventilasi dan tebalnya 2,5m. pintu rangkap 2 dan jendela terali berinya rangkap 5. (*)

 ** RUANG DAN TEMPAT MERIAM **



Di dalam terowongan terdapat 6 buah meriam :
–      2 pucuk meriam mengarah ke parit di bawah jembatan gantung.
–      1 pucuk meriam mengarah ke jalan di belakang Benteng.
–      1 ucuk meriam melindungi ke jalan menuju gudang senajata.
–      2 pucuk meriam mengarah ke parit sebelah timur.


Pada bagian atas Benteng Pendem terdapat 13 tempat meriam:
–      8 pucuk meriam mengarah ke lautan Hndia.
–      5 pucuk meriam mengarah ke selat Nusakambangan.
 (*)

 ** BENTENG PENGINTAI **





Pada bagian atas benteng dilengkapi dengan benteng pengintai yang berguna untuk mengintai datangnya musuh dan tempat memberi komando penembakan pada benteng pertahanan. (*)
.
.
Eksotis, bukan? Sudah hampir dua abad yaa... dan benteng ini masih berdiri tegak. Bagaimanapun juga benteng ini adalah saksi bisu perjuangan rakya Indonesia. Benteng ini dibangun dengan kerja rodi yang dilakukan oleh Belanda pada rakyat Indonesia. Lalu mengapa dinamakan Benteng Pendem? Karena setelah jadi, benteng lalu ditimbun tanah setebal 3,5 meter sehingga tidak kelihatan atau terpendam. 

Luar biasa ya perjuangan rakyat kita saat membangun benteng ini. Kabarnya benteng ini tidak terbuat dari semen tapi memakai batu bata merah dari gunung berapi. 

Makanya, sebagai generasi penerys kita harus menjaga kelestarian benteng ini agar kelak anak cucu kita bisa melihat bahwa rakyat Indonesia benar-benar berjuang untuk meraih kemerdekaan. 

FASILITAS 

Sebenarnya ada peta yang menunjukkan ruang ini ke arah sana, ruang itu ke arah lainnya. Tapi sayang, peta ini sudah tak terlihat lagi isi tulisannya. Mudah-mudahan ada upaya dari pengelola Benteng Pendem terkait perbaikan peta ini. Karena meskipun setiap ruangan ada petunjuk lokasi dan arah, peta ini tetap penting agar wisatawan mengetahui ruangan yang akan dikunjungi.


peta area Benteng Pendem
penunjuk jalan dan lokasi

Eh, di tengah area Benteng Pendem juga ada taman bermainnya. Lumayanlah untuk selonjoran kalau kaki pegel abis muterin Benteng Pendem yaa sembari makan bekal. Hehehe...




Atau mau nyoba wahana bebek air? Tiketnya hanya Rp 7500 per orang per satu bebek air. Dengan bebek air kita bisa memutari area Benteng Pendem.

Ada sangkar burung juga loh, tapi nggak ada isinya. Mungkin awalnya mau buat kebun binatang mini yaa, mudah-mudahan saja segera terwujud.



Ada masjid juga. Tapi masjid itu berada di luar area Benteng Pendem dan gerbang menuju masjid dalam keadaan terkunci. Agak susah juga kalau hendak menjalankan ibadah sholat. Mungkin dibukanya saat jam sholat saja yaa... saya juga kurang paham.






Di dalam area Benteng Pendem juga ada patung dinosaurus yang gede.

Nggak ketinggalan ada banyak balai-balai bambu di sepanjang area Benteng PEndem. Lumayanlah untuk mengistirahatkan badan. TApi saya lupa nggak motoin. Maaf yee... 
Ini juga tempat istirahat. Jadi di dalam Benteng Pendem emang masih banyak pepohonan yang cukup rindang untuk berteduh sambil menikmasi semilir angin, makan siang, lalu nggak terasa udah zzzzz.... Hahaha



 Akhirnya sampailah kita di gerbang Selamat Jalan. Pintu keluar area Benteng Pendem.



 Asyik kan? Tunggu apalagi, ayo ke Cilacap!

Untuk tempat wisata yang lain di Cilacap, kapan-kapan saya jembrengin deh... Insya Allah..


*Foto : dokumen pribadi
(*) sumber informasi copas dari sini 

 Tulisan ini adalah tugas Kelas Ngeblog Seru #2 bersama Naqiyyah Syam. Untuk tugas lain silakan mampir ke sini, ke sini, dan ke sini.

Tidak ada komentar :