Minggu, 04 Februari 2018

Apa Saja yang Wajib Ada di Kotak P3K?

Pagi, Buibu... Mudah-mudahan Buibu dan keluarga sehat selalu yaa...
Nah, di postingan kali ini saya akan buka kartu. Bukan kartu kuning yang jelas. Hehehe. Saya ingin share apa aja sih barang atau obat yang kudu ada di kotak P3K.
.
.
Sekarang kotak P3K nggak lagi identik dengan ruang kesehatan. Menurut saya, kotak P3K ini wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Nggak harus berwujud kotak gitu yang mirip di klinik atau ruang kesehatan. Bisa dimodifikasi kok. Pake barang bekas pun tak apa. Yang penting kan isinya, bukan kotaknya. Hehehe. Ya iyalah, buat apa punya kotak P3K tapi nggak ada isinya. Atau malah diisi barang lainnya yang nggak ada hubungannya dengan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
.
.
Kecelakaan di sini maknanya lebih luas. Karena kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Nggak harus di jalan raya. Misalnya, kecipratan minyak panas saat masak, jatuh dari sepeda, anak ujug-ujug demam... Pokoknya semua yang menimbulkan rasa sakit bisa dibilang kecelakaan. Eh, kecuali rasa sakit ditinggal mantan. Uhuk...
.
.
Itulah sebabnya kita perlu semacam persiapan, karena kecelakaan nggak pernah bisa kita prediksikan. Kalo kita udah siap, seenggaknya kita nggak terlalu panik saat kecelakaan itu datang.
.
.
Okey, sekarang mari kita intip apa isi kotak P3K di rumah saya. Ini mungkin sedikit ada rasa-rasa medisnya. Hehehe. Maklum punya basic medis bikin saya kadang jadi lebay. Kalo mau ditiru ya silakan. Nggak juga nggak apa-apa. Kan kebutuhan tiap keluarga itu berbeda. Hehehe.
.
.
Yuk, cekidot.

1. Kassa steril dan plester
Saya selalu memastikan kassa steril ini ada minimal satu kotak. Kenapa? Karena kassa penting banget buat nutup luka, terutama luka teriris pisau. Plesternya juga harus ada. Kedua barang ini bisa Buibu dapetin di apotek. Harganya pun murah meriah. Untuk plesternya kalo alergi plester coklat bisa pakai hipafix, plester putih yang lebih lembut dan nggak gampang tembus air. Harganya lebih mahal dong ketimbang plester biasa yang berwarna coklat. Monggo sesuaikan saja dengan kebutuhan. Karena emang ada beberapa pasien yang kulitnya nggak bisa kena plester coklat.

2. Povidon Iodine
Bahasa terkenalnya adalah betadine. Ini wajib ada. Nggak perlu dijelaskan lah ya tentang fungsinya. Hehehe

3. Cotton buds
Nggak cuma buat bersihin telinga. Cutton buds bisa untuk mengolesi luka. Karena sebenarnya, ujung povidon iodine itu nggak boleh menyentuh luka secara langsung. Harus pake media. Seperti cutton buds atau kassa. Boleh ditetesin langsung ke luka asal nggak nyentuh lukanya. Paham kan ya..

4. Obat tetes mata
Ini yang paling dicari kalo mata mendadak terasa perih, gatal atau tiba-tiba keluar kotoran yang lebih banyak dari biasanya. Biasanya itu awal mata terkena konjungtivitis, kalo orang Jawa bilang, beleken. Atau ada kotoran yang masuk ke mata, debu dan sebagainya. Jangan kucek-kucek mata ya Buibu, langsung aja ditetesin obat tetes mata. Insya Alloh segala yang mengganjal di mata akan keluar.

5. Albothyl
Ini nggak boleh ketinggalan. Kalo habis harus segera beli. Soalnya masalah sariawan itu mengganggu banget. Albothyl jadi andalan saya dan keluarga saat ada tanda-tanda mau muncul sariawan.

6. Salep kulit
Hehehe, ini juga kudu nangkring soalnya saya suka sebel sama rangen yang tiba-tiba datang dan bikin gatal sela-sela jari kaki.

7. Obat-obatan
Ini yang paling penting. Obat-obatan yang selalu tersedia antara lain :
💧paracetamol
💧obat penurun demam untuk anak-anak. Aisha cocok minum contrexyn.
💧gastran
Obat lambung ini cocok untuk semua anggota keluarga. Jadi, kalo muncul nyeri di ulu hati, kembung, perut terasa sebah, ya langsung aja minum gastran.
💧omeprazol tablet
Ini obat lambung juga cuma cara kerjanya beda. Diminum, kalo udah dikasih gastran tapi perut masih terasa nggak enak. Biasanya dikasih jeda waktu dari saat minum gastran. Dan cukup diminum 2x sehari. Jujur, walau tersedia, tapi jarang diminum.
💧intunal F
Ini adalah obat flu. Kami sekeluarga cocok sama obat ini. Jadi kalo udah mulai bersin-bersin, hidung mulai meler, tenggorokan gatal, nggak pake lama, minum intunal dan istirahat. Buat Aisha lebih cocok yang syrup, tapi nggak saya stok. Saya beli mendadak kalo dia flu batuk
💧asam mefenamat
Obat nyeri ini biasanya jadi pilihan kalo sakit gigi menyerang.
💧kaltrofen suppo
Obat ini ampuh untuk mengurangi nyeri. Bentuknya peluru dan dimasukkan lewat anus. Dan disimpannya di kulkas. Hehehe. Walau nggak masuk kotak P3K, saya berusaha memastikan kulkas saya ada obat ini, soalnya saya sering mendadak colic di perut.
💧betahistine
Ini obat untuk vertigo. Sedia sedikit sih, sebab saya pernah ujug-ujug kepala rasanya muter-muter.
.
.
Lumayan banyak ya obat-obatan yang tersedia. Nggak usah nanya antibiotik yaa, karena beli antibiotik itu nggak boleh sembarangan. Harus pake resep dokter. Nggak bisa ditawar lagi.
.
.
Sekarang barang apa aja yang nggak masuk kotak P3K tapi harus ada di rumah.

1. Minyak kayu putih dan minyak urut
Walau nggak masuk kotak P3K, kedua barang ini bisa ada di mana saja di rumah saya. Hehehe.

2. Nursing kit
Isinya tensimeter, stetoskop, dan termometer.

3. Glukotest
Alat buat ngecek gula darah beserta stiknya. Saya harus punya karena ayah saya terkena diabetes. Jadi bisa ngecek kadar gula darah sewaktu-waktu.

4. Medikasi set
Isinya alat-alat untuk keperluan membersihkan luka. Kalau mau dipakai harus disteril dulu.
.
.
Mama saya beda lagi. Bagi beliau, kotak P3K cuma menuh-menuhin ruangan. Kata blio lagi, kalo mau cari P3K itu ya di kebun. Batuk-batuk? Petik jeruk nipis, peras airnya, kasih kecap manis. Mual muntah? Ambil beberapa siung kunyit, sebagian dibakar. Lalu yang mentah dan yang matang diparut, trus airnya diperas untuk diminum. Pas saya tiba-tiba ada benjolan kecil di bawah dagu dan terasa nyeri, mama saya nyuruh saya ngambil 5 lembar daun sirsak. Direbus. Airnya diminum. Alhamdulillah, seminggu kemudian benjolannya udah menghilang.
.
.
Saya pribadi tentu saja setuju dengan pendapat mama saya. Tapi entahlah kalo kotak P3K di rumah saya kosong kok rasanya gimana gitu ya.. 😂 pengen segera diisi 😄
.
.
Gimana dengan Buibu? Apa aja nih isi kotak P3K nya?

#satuharisatukaryaiidn



Sabtu, 03 Februari 2018

Usia Ideal Anak Masuk Sekolah

Banyak seminar dan literature yang mengatakan usia 7 tahun baru dikatakan ideal masuk SD. Beberapa Ibu pasti setuju, mengingat mata pelajaran anak jaman sekarang itu masuk kategori susah. Pemahaman mereka yang sederhana harus dibuat lurus sesuai keinginan textbook. Kasihan ya lihatnya? Tapi inilah tantangan yang harus dihadapi generasi anak-anak kita. Tugas kita adalah mendampingi dan tetap membuat mereka berada dalam koridor yang benar.

Aisha, misalnya. Saya masukin dia ke SD saat usianya 6 tahun kurang 1 bulan. Kenapa? Karena saya menganggapnya mampu. Walau yaa, saya akui tingkat kenalarannya masih lebih di bawah teman-teman sekelasnya yang setahun lebih tua. Makanya saya nggak pernah maksa dia belajar atau ngomel saat dapat nilai 0 gara-gara salah memahami perintah soal. Dia lebih suka bermain. Saya akui, saya sudah merampas masa bermainnya, mungkin itu alasannya kenapa dia nggak pernah serius sama pelajaran. Meski begitu, alhamdulillah, setidaknya dia selalu masuk 10 besar.

Sebenarnya alasan saya dan suami menyekolahkan Aisha sebelum 7 tahun, karena kami menganggap usia 7 tahun itu terlalu tua. Maklum, kami orangtua jaman old yang masih kebawa latah bahwa masuk SD itu ya 6 tahun. Modal kami cuma bismillah, mudah-mudahan Aisha bisa ngikutin pelajaran dengan baik. Minimal nggak tinggal kelas. Gitu aja sih. Alhamdulillah, walau sedikit tertatih, setidaknya dia paham aturan main di sekolah dan mau mengikuti dengan senang hati.

Tentu saja kondisi ideal, di mana anak no drama saat harus sekolah nggak terjadi tiap hari. Kadang bahkan sering Aisha sulit dibangunkan. Kalau bangun jadi marah-marah, bilang masih ngantuk, disuruh tidur lagi abis shalat subuh nggak mau, katanya takut terlambat. Tapi matanya merem mulu, disuruh mandi mukanya cemberut. Kalau mamah saya bilang, mungkin Aisha bosan sekolah. Itu wajar terjadi pada anak-anak. Bayangin lah yaa, kita melakukan hal sama tiap hari pasti lama-lama ya ada rasa bosan juga.

Solusinya kata mama saya, adalah ngikutin kemauan anak selama itu baik. Contoh, jangan paksa anak untuk les ini itu terutama pelajaran, jika anak nggak minat. Jangan tergoda untuk memasukkan anak ke eskul ini itu supaya anak bisa begini begitu padahal anak ogah. Karena yang sekolah itu anak kita, yang ngejalanin ya anak kita juga. Biarkan dia jadi dirinya sendiri. Yang penting kita mengarahkan. Gitu.

Beberapa teman yang saya tanyain, mengapa memasukkan anak mereka nggak di usia 7 tahun menjawab :

💧anaknya udah pengen sekolah
💧kalo tahun depan umurnya 7,5 tahun dong
💧guru TK dan mbahnya bilang boleh masuk SD kok
💧7 tahun ketuaan, sistaaa
💧teman-temannya umur segitu udah pada SD, masa anakku balik ke TK?

Ada juga teman saya yang malah menargetkan anaknya masuk SD usia 7 tahun, alasannya mereka melihat anaknya belum siap masuk SD. Kalo dipaksakan mereka kuatir, si anak nggak bisa mengikuti pelajaran. Saya salut teman saya itu.

Masuk SD memang perlu kesiapan. Terutama dari diri di anak sendiri. Kitalah sebagai orangtua yang lebih tau kapan si anak siap menerima ilmu.

So, menurut hemat saya, nggak apa-apa anak masuk sekolah usia 7 tahun, asalkan kita nggak terlalu memforsir mereka dengan tugas dan kegiatan yang menguras energi. Woles saja lah...

Anak mulai masuk sekolah usia 7 tahun, itu lebih baik lagi. Secara fisik dan mental mereka lebih siap.

Kalau Buibu masukin anaknya ke SD is usia berapa nih?

#satuharisatukaryaiidn

Foto: percikaniman.id

Jumat, 02 Februari 2018

Be A New You

Bentar lagi weekend nih... Ada rencana apa Buibu? Jalan-jalan ke luar kota? Wah, menyenangkan pasti yaa...

Buat saya yang kerja shift kadang waktunya nggak pas. Perlu nunggu 2 bulan supaya Sabtu dan Minggu bisa libur. Dan seringnya pas saya libur, anak dan suami malah nggak libur. Jadinya ya saya jalan-jalan sendiri. Hahaha. Wes laah berasa perawan lagi 😂 tentunya udah ijin Kapten dulu dong... Hehehe...

Nah, pas libur tapi anak dan suami ngg libur, saya biasanya main ke supermarket atau ke toko buku. Jalan-jalan doang. Cuci mata gitu. Ketimbang cucian dan setrikaan terus yang dilihat. 😁

Bagi saya jalan-jalan ini manfaatnya buat kita sendiri lumayan banyak loh. Cekidot!

1. Mengembalikan mood
Mood yang bagus berpengaruh juga loh sama aktifitas kita di rumah. Kalau mood bagus bawaannya hepi kan ya walau cucian numpuk, setrikaan menggunung, mainan anak bagai kapal pecah, lantai udah nggak bisa dibedain mana keramik mana tanah, pokoknya bakalan dikerjakan dengan senang hati dan senyum sepuluh senti.

Sebaliknya kalo mood jelek, walau cuma nyuci piring doang aja ya hawanya males. Ntar-Taran ngerjainnya.

Percaya deh.

2. Bikin nambah teman
Juga bisa nambah follower 😂😂
Iya, misalnya gini, pas nyalon atau creambath, kenalan sama mbak beautycian (eh, nulisnya betul nggak sih 😁) atau malah mbak ownernya. Kan kita bisa PM tanya promo salonnya. Hehehe.. Kali aja bisa dapet diskon lebih banyak 😄

Atau juga pas jalan-jalan ke toko buku, bisa tuh minta nomor WA Mbak yang jaga, kali aja kita bisa dapat info buku-buku yang baru terbit. 😃

3. Menghilangkan rasa lelah
Seenggaknya kita bisa melupakan sejenak rutinitas yang kadang membuat kepala jadi panas. Supaya pas kembali ke rumah, kita jadi lebih fresh.

4. Be a new you
Yes, Moms. Jadi pribadi yang baru. Yang lebih peduli sama sekitar, yang lebih religius dari hari kemarin, yang lebih percaya diri, yang lebih bersyukur atas karunia Tuhan, juga lebih sayang sama keluarga. Pokoknya jadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.

Gitu kan Buibu?
Menurut Buibu ada manfaat lainnya nggak? Yuk, share ^^





Kamis, 01 Februari 2018

Ketika Anak Hobi Nonton Televisi

(ciricara.com)
Jaman sekarang sulit ya Buibu supaya anak nggak terkontaminasi sama televisi. Bisa dipastikan televisi hampir dimilikinoleh setiap keluarga. Televisi juga jadi semacam hiburan gratis saat nggak bisa ke mana-mana. Informasi juga gampang banget diperoleh dari benda elektronik yang satu ini. Apalagi acara gosip dan sinetron, wuihh... penggemarnya banyak banget dan biasanya emang paling dicari saat nonton televisi. 

Bagaimana dengan si kecil? Apakah Buibu dan suami suka nonton bareng si kecil? Jika iya, saya yakin pasti Buibu akan mendampingi si kecil saat nonton acara yang memang untuk usianya. Bahkan mungkin ada yang berlangganan TV kabel supaya bisa nonton Baby TV, Disney Channel atau Cartoon Network. 

Rabu, 31 Januari 2018

Bukan Karena Kalap


Sebagai pecinta buku, lihat tumpukan buku di Gramedia Expo Cilacap rasanya pengen kesana lagi, lagi dan lagi. Rasanya pengen beli buku ini buku itu, yang ini kayaknya bagus, yang itu juga blurb-nya menggoda. Apa daya, budget terbatas. Jadi harus pinter milih biar nggak masuk kategori judge a book by it's cover.

Sebenarnya pas saya beli buku itu, belum ada kluntangan dari bank. Alias gajian saya belum dikirim. Tapi berhubung hari ini gajian ya nggak apa-apa kan beli dulu bentar lagi juga ada yang kluntang. Hahaha.

Selasa, 30 Januari 2018

Kompak Bilang Yes Or No

(parenting.com)

Siapa sih yang nggak ingin jadi orangtua yang kompak? Nggak jarang, meski kita udah bikin beberapa kesepakatan, ada saja ulah anak yang bikin kita lumer karena kelucuan mereka. Akibatnya, saya yang udah tegas bilang 'tidak' jadi terkejut saat Pak Suami mengabulkan kemauannya. Alasan klasiknya, nggak tega. Anak minta sesuatu, kita bisa ngasih kok nggak dikasih. Hmmm...

Jujur, saya juga pernah begitu. Jadi mau marah sama Pak Suami ya salah kan?

Kalo udah kejadian begini, biasanya saya akan ngajak Pak Suami bicara dari hati ke hati. Ya, ini harus kita komunikasikan lagi. Kompak itu perlu. Sehati itu harus. Nggak tega itu bukan alasan. Jangan sampai anak menganggap salah satu orangtuanya pelit. Jangan sampai anak berpikir kalo sama ibunya nggak boleh, berarti dia harus minta ke ayahnya. Prinsip saya, se-nggak kompak-nggak kompaknya kita, jangan sampai anak melihat kalo kita nggak kompak. Gitu.

Senin, 29 Januari 2018

Disiplin Sejak Kecil, Bisa Kok

(ebookanak.com)
"Di rumah ini kok banyak aturannya ya?" kata Aisha kesal. 

"Misalnya?" goda saya sambil nahan ketawa. 


"Nggak boleh buang sampah sembarangan, harus shalat 5 waktu, kalo main pas adzan harus pulang, harus tidur siang, harus begini harus begitu... Sebel deh." 

"Kenapa sebel, manfaatnya kan kamu juga yang ngerasain," 

"Ah udahlah." Aisha langsung melipat mukenanya dan masuk ke kamarnya.

Minggu, 28 Januari 2018

Saat Anak Bicara Cita-cita



Pernahkah Buibu bertanya apa cita-cita si kecil? Saya yakin pasti pernah bertanya. 

Saya juga pernah menanyakannya. Apa cita-citamu? Dan jawabannya bisa berbeda tergantung apa yang dilihatnya.


Saya perawat. Dia bilang ingin jadi perawat juga seperti saya. Tapi berhubung ngeri lihat darah, dia menggeleng saat ditanya orang, kamu mau jadi perawat?

Di TV ada serial kartun yang salah satu tokohnya adalah seorang profesor hebat. Lalu dengan semangat dia bilang pada saya, kalo dia ingin jadi profesor. Bahkan sampai minta dibikinin tulisan 'Prof. Raisya'. Aamiinn, doa saya dalam hati.

Refreshing Dekat Rumah Saja

(nashirullahsitam.com)


Hari Minggu ini pada plesiran kemana aja Buibu? 
Kalau saya, berhubung kemarin baru masuk sore dan sampe rumah jam sepuluh malam lebih. Lalu tidur jam 11 malem, rasanya bangun pagi mualeeees banget. Soalnya badan masih kerasa pegel-pegel gitu. Pak suami juga sama. Blio baru pulang kerja jam 6 sore, nunggu istri tercintanya ini pulang kerja. Baru barengan tidur jam 11 malem. Ehhh... blio ada jadwal ronda dari jam 12 malem sampe jam 3 dini hari. Ya udin, akhirnya bangun pagi masih loyo. Walau Aisha udah jejingkrakan minta jalan-jalan. 

Berhubung ini hari Minggu, di masjid rumah sakit tempat saya bekerja selalu ada Kajian Ahad Pagi mulai jam setengah tujuh sampai setengah 8. Tapi ya gitu deh karena saya masih lelah, berangkat ngajinya telat banget, Jam tujuh lebih baru saya dateng. Padahal temanya menarik, tentang gambaran seorang istri di dalam Al Qur'an. Kali ini Pak Suami nggak ikut karena blio balik tidur lagi. -___- 

Sabtu, 27 Januari 2018

Pilih yang Tradisional, Why Not?

(kumpulanpenyakit.com)

Jika anak tengah malam mendadak panas, apa yang Buibu lakukan pertama kali? Pasti cari parasetamol, kan? Sama. Saya juga. Ndilalah nggak ada? Ini yang repot. 

Dulu pas saya hamil, mama saya menanam daun dadap srep. Daun yang ujungnya bertangkai tiga ini kata mama saya punya banyak manfaat. Salah satunya untuk menurunkan demam. Iya, bahkan sampai sekarang, daun itu masih jadi andalan saya kalau anak nggak mau dikompres. Katanya di kepala berat. Padahal ngompresnya  pake kasa basah. -___-

Caranya, tiga sampai enam lembar daun dadap srep diremas-remas pake air biasa. Trus ditaruh di dahi, ketiak, dan selangkangan. Secara teori sih, tempat-tempat itu memang area yang pas untuk melakukan pengompresan. Jadi mau pake media apa saja, insya Allah panasnya akan turun. 

Jumat, 26 Januari 2018

Tips Memilih Buku Anak





Orangtua mana yang tak suka jika buah hatinya suka membaca? Bahkan meski orangtua tak suka membaca tentu mereka ingin anaknya punya hobi membaca. Tentu saja ketimbang mainan PS atau game di gadget bukan?


Beberapa waktu lalu medsos ramai dengan sebuah bacaan untuk anak yang dinilai kurang pas kontennya untuk dikonsumsi anak-anak. Saya yakin penulisnya tidak bermaksud seperti itu. Mengingat si penulis bukanlah orang kemarin sore. Namun begitulah, kita sebagai orangtua (lagi-lagi) dituntut untuk lebih jeli. Mengapa kita? Karena setiap buku anak yang diterbitkan, target marketnya adalah orangtua meski sasaran pembacanyanya adalah anak-anak. Paham ya?

Kamis, 25 Januari 2018

Gadget Untuk Anak, Yes or No?

(foto dari google)


Siapa sih anak jaman sekarang yang nggak kenal gadget? Mereka kenal dan tahu gimana menjalankan fungsinya karena mereka sering melihat orangtuanya memainkan barang itu. Sependek penglihatan mereka, gadget itu barang yang mneyenangkan karena membuat orangtua mereka jadi lupa waktu bahkan melupakan mereka. 

Gitu sih, kalau saya ditanya kenapa anak suka main gadget. Ya maap kalo kesannya nyinyir. ^__^

Nggak usah jauh-jauh, anak saya, Aisha juga akan berasa ada hal yang kurang kalo sehari aja nggak megang hape emaknya. 

Rabu, 24 Januari 2018

Asyiknya Membuat Mainan Sendiri



Jaman Aisha kecil, 2 hal yang paling saya suka saat gajian. Membeli mainan dan baju baru untuk Aisha. Tau sendiri kan ya, baju untuk anak perempuan itu modelnya lucu-lucu banget. Bervariasi pokoknya. Nggak tau ya mata ini kok setiap lewat toko baju anak pengennya mampir karena melihat ada model baju baru. Ya, padahal bulan kemarin juga model itu ada. Hahaha...  

Kalau soal mainan juga gitu. Berhubung saya punya basic perawat, tentu saya paham dong, anak usia sekian bagusnya dikasih mainan ini. Usia segini untuk merangsang stimulasinya perlu dikasih mainan itu. Intinya mainan Aisha selalu saya usahakan sesuai tahap tumbuh kembangnya. (kibasin jilbab) *bukan sombong, tapi ada semut mampir di jilbabku. Hehehe.

Selasa, 23 Januari 2018

Say No To Bullying

Hasil gambar untuk bullying
pinterest.com



Saya masih ingat banget, jaman saya SD kelas 4, ada teman laki-laki yang suka mintain uang ke saya dan ke teman-teman yang lain. Sekali saya kasih, eh lama-lama kok mintanya jadi tiap hari. Karena kesal, akhirnya saya ngadu ke mama saya. 

Mama saya nggak tinggal diam. Blio langsung ketemu wali kelas saya yang juga langsung memanggil si teman pemalak. Si teman dinasihati panjang lebar. Dia minta maaf dan berjanji nggak akan mengulangi lagi. Sejak itu dia nggak berani lagi malak ke saya dan teman-teman lainnya. Lalu bagaimana hubungan pertemanan kami? Tentu saja kami tetap berteman baik. Ngerjain tugas kelompok, main petak umpet bareng, pokoknya seperti nggak ada masalah. Nggak ada dendam-dendaman. 

Itu jaman saya dulu...

Senin, 22 Januari 2018

Disiplin dengan Reward dan Punishment


Yeayyy! Akhirnya RAT juga :D ;D 

SHU...SHU...! Jumlahnya sih nggak seberapa tapi kan lumayan, alhamdulillah banget buat nutup-nutup yang nggak ketutup. Hahahaha. Tanggal tua ya kan ya kan ya kan... 

Selain itu ada doorprize nya pulak... Makin semangatlah ikut acara ini. Hehehe. Tahun lalu saya dapat mixer loh... Alhamdulillah. Sesuatu banget buat emak yang nggak hobi di dapur macam daku... Hehehe.... Tahun ini saya nggak dapat doorprise, hiks. Tapi lumayan dapat bingkisan sama tas keren. ^_^

Eits, bukan cuma itu aja, acara ini juga jadi kesempatan buat para anggota ngeluarin uneg-unegnya. Tanya-tanya soal laporan keuangan dan sebagainya. Ya jelas dong, ini kan acaranya kita-kita anggota koperasi. 

Ngomong-ngomong soal RAT nih, kemarin, saya mengajak Aisha di acara itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mengajak Aisha harus dengan perjanjian dulu. Dia boleh ikut dengan syarat tidak rewel. Tentu saja ada pajaknya. Dia minta bubur ayam. Okey, sebelum berangkat, saya mampir beli bubur ayam dan dimakan di tempat acara. Maklumlah, berangkat pagi belum sarapan. Hahaha.