Jumat, 26 Januari 2018

Tips Memilih Buku Anak





Orangtua mana yang tak suka jika buah hatinya suka membaca? Bahkan meski orangtua tak suka membaca tentu mereka ingin anaknya punya hobi membaca. Tentu saja ketimbang mainan PS atau game di gadget bukan?


Beberapa waktu lalu medsos ramai dengan sebuah bacaan untuk anak yang dinilai kurang pas kontennya untuk dikonsumsi anak-anak. Saya yakin penulisnya tidak bermaksud seperti itu. Mengingat si penulis bukanlah orang kemarin sore. Namun begitulah, kita sebagai orangtua (lagi-lagi) dituntut untuk lebih jeli. Mengapa kita? Karena setiap buku anak yang diterbitkan, target marketnya adalah orangtua meski sasaran pembacanyanya adalah anak-anak. Paham ya?


Sebagai pecinta buku, saya punya beberapa tips memilih buku bacaan untuk anak-anak :

1. Kepoin penulisnya

Jaman sekarang hampir semua orang mempunyai akun media sosial. Apalagi penulis. Mereka harus punya minimal satu akun medsos, salah satu tujuannya adalah untuk promosi. 

Dengan mencari tahu penulisnya, seenggaknya kita bisa tahu gimana karakternya melalui status-status mereka. Buku apa saja yang sudah mereka tulis. 

Kalau saya, nggak sekedar kepo tapi malah berteman baik dengan para penulis keren itu. Walau cuma di dunia maya, tapi percayalah keramahan emang datangnya dari hati kok. Mereka, meski udah terkenal, mereka justru jauh dari sikap sombong. 

2. Pilih buku sesuai usia anak

Katanya menanamkan hobi membaca itu dilakukan sejak anak masih kecil. Usia dibawah satu tahun, bisa kita pegangi buku bantal. Buku yang terbuat dari kain, sehingga nggak gampang sobek. Tentu saja sambil kita ceritakan yaa... Waalau harganya lumayan tapi bisa jadi stimulasi kita memperkenalkan buku pada anak. 

buku bantal 

Buku ini relatif aman dan mudah dicuci juga jika kotor.

Saat anak mausk usia 2 tahun, kita bacakan buku balita. Ini jenis picbook yang 75% berupa ilustrasi. Anak akan lebih paham dengan gambar. Aisha saya belikan buku-buku ini dan saya bacakan tiap malam (tentu saja kalo saya nggak pas masuk malem. Hehehe). Biasanya dia akan nagih minta dibacakan sampai saya hafal. Ternyata Aisha juga hafal. Saking bosannya membaca buku yang sama dan nggak mau ganti, saya pernah iseng mengganti nama tokohnya. Dan dia protes berat, bilang kalo namanya salah.  ^__^'

paling kiri adalah buku pop up

Buku picbook untuk balita biasanya memakai kalimat yang pendek namun kuat karakternya. Full ilustrasi berwarna juga sehingga membuat anak tertarik saat membuka buku. 



3. Kenali apa bacaan favoritnya

Beda anak beda selera. Aisha misalnya, buku picbook masih jadi favoritnya. Tentu saja jenis picbooknya saya sesuaikan dengan usianya. Buku anak memang lebih bervariasi dalam hal usia peruntukannya. Karena beda usia, tentu beda cara bercerita dan menyampaikan pesannya. Selain picbook Aisha juga suka membaca komik. Akhirnya saya pilihkan komik islami yang sudah banyak bertebaran di toko buku. 

Sayangnya Aisha belum teratrik membaca majalah anak-anak. Seperi majalah Bobo. Katanya tulisannya kekecilan. Ya, mungkin memang belum usianya. 



Kalau kita tahu jenis bacaan kesukaannya tentu akan lebih mudah bagi kita utuk mengembangkan hobi membacanya. Anak nggak akan merasa dipaksa. 


Apakah Buibu punya tips yang lain? Share dong... ^__^


#satuharisatukaryaiidn



Tidak ada komentar :