Sabtu, 03 Februari 2018

Usia Ideal Anak Masuk Sekolah

Banyak seminar dan literature yang mengatakan usia 7 tahun baru dikatakan ideal masuk SD. Beberapa Ibu pasti setuju, mengingat mata pelajaran anak jaman sekarang itu masuk kategori susah. Pemahaman mereka yang sederhana harus dibuat lurus sesuai keinginan textbook. Kasihan ya lihatnya? Tapi inilah tantangan yang harus dihadapi generasi anak-anak kita. Tugas kita adalah mendampingi dan tetap membuat mereka berada dalam koridor yang benar.

Aisha, misalnya. Saya masukin dia ke SD saat usianya 6 tahun kurang 1 bulan. Kenapa? Karena saya menganggapnya mampu. Walau yaa, saya akui tingkat kenalarannya masih lebih di bawah teman-teman sekelasnya yang setahun lebih tua. Makanya saya nggak pernah maksa dia belajar atau ngomel saat dapat nilai 0 gara-gara salah memahami perintah soal. Dia lebih suka bermain. Saya akui, saya sudah merampas masa bermainnya, mungkin itu alasannya kenapa dia nggak pernah serius sama pelajaran. Meski begitu, alhamdulillah, setidaknya dia selalu masuk 10 besar.

Sebenarnya alasan saya dan suami menyekolahkan Aisha sebelum 7 tahun, karena kami menganggap usia 7 tahun itu terlalu tua. Maklum, kami orangtua jaman old yang masih kebawa latah bahwa masuk SD itu ya 6 tahun. Modal kami cuma bismillah, mudah-mudahan Aisha bisa ngikutin pelajaran dengan baik. Minimal nggak tinggal kelas. Gitu aja sih. Alhamdulillah, walau sedikit tertatih, setidaknya dia paham aturan main di sekolah dan mau mengikuti dengan senang hati.

Tentu saja kondisi ideal, di mana anak no drama saat harus sekolah nggak terjadi tiap hari. Kadang bahkan sering Aisha sulit dibangunkan. Kalau bangun jadi marah-marah, bilang masih ngantuk, disuruh tidur lagi abis shalat subuh nggak mau, katanya takut terlambat. Tapi matanya merem mulu, disuruh mandi mukanya cemberut. Kalau mamah saya bilang, mungkin Aisha bosan sekolah. Itu wajar terjadi pada anak-anak. Bayangin lah yaa, kita melakukan hal sama tiap hari pasti lama-lama ya ada rasa bosan juga.

Solusinya kata mama saya, adalah ngikutin kemauan anak selama itu baik. Contoh, jangan paksa anak untuk les ini itu terutama pelajaran, jika anak nggak minat. Jangan tergoda untuk memasukkan anak ke eskul ini itu supaya anak bisa begini begitu padahal anak ogah. Karena yang sekolah itu anak kita, yang ngejalanin ya anak kita juga. Biarkan dia jadi dirinya sendiri. Yang penting kita mengarahkan. Gitu.

Beberapa teman yang saya tanyain, mengapa memasukkan anak mereka nggak di usia 7 tahun menjawab :

💧anaknya udah pengen sekolah
💧kalo tahun depan umurnya 7,5 tahun dong
💧guru TK dan mbahnya bilang boleh masuk SD kok
💧7 tahun ketuaan, sistaaa
💧teman-temannya umur segitu udah pada SD, masa anakku balik ke TK?

Ada juga teman saya yang malah menargetkan anaknya masuk SD usia 7 tahun, alasannya mereka melihat anaknya belum siap masuk SD. Kalo dipaksakan mereka kuatir, si anak nggak bisa mengikuti pelajaran. Saya salut teman saya itu.

Masuk SD memang perlu kesiapan. Terutama dari diri di anak sendiri. Kitalah sebagai orangtua yang lebih tau kapan si anak siap menerima ilmu.

So, menurut hemat saya, nggak apa-apa anak masuk sekolah usia 7 tahun, asalkan kita nggak terlalu memforsir mereka dengan tugas dan kegiatan yang menguras energi. Woles saja lah...

Anak mulai masuk sekolah usia 7 tahun, itu lebih baik lagi. Secara fisik dan mental mereka lebih siap.

Kalau Buibu masukin anaknya ke SD is usia berapa nih?

#satuharisatukaryaiidn

Foto: percikaniman.id

Tidak ada komentar :